Screen Shot 2021-11-02 at 10.02.29

BRIN: Riset dan Inovasi Harus Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Jakarta – Humas BRIN, Perkembangan riset dan inovasi di Indonesia masih dirasakan kurang menggembirakan, hal ini terlihat dari data yang dilansir oleh Global Innovation Index bahwa tingkat inovasi Indonesia menduduki peringkat 85 dari 113 negara. Hal inilah yang memicu Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengajak seluruh elemen bangsa terus mengembangkan inovasi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito dalam sambutannya pada webinar Kick off Event and Executive Keynote Berikanpreneur : Start-up Activation 2021, mengatakan, sebelum menciptakan dan mengembangkan sebuah inovasi hendaknya memperhatikan banyak hal, salah satunya adalah kebutuhan masyarakat. “Dalam mengembangkan inovasi kita harus tahu terlebih dahulu kebutuhan masyarakat terhadap inovasi yang akan kita ciptakan, pangsa pasarnya dan mitra yang akan kita ajak kerja sama,” kata Mego, Selasa (02/11).

BRIN sebagai lembaga penelitian, lanjut Mego, telah mengembangkan beragam penelitian dari berbagai bidang, salah satunya yang relevan dengan tema webinar Berikan Wirausaha Muda Berkualitas adalah teknologi fortifikasi. Teknologi fortifikasi dikembangkan oleh BRIN untuk peningkatan kandungan vitamin pada makanan sehingga kualitas makanan menjadi lebih bagus.

Screen Shot 2021-11-02 at 09.11.24

KSP Dukung Inisiatif Gerakan Indonesia Mandiri Protein

Jakarta – Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi 150 juta ton ikan lestari. Nilainya bahkan mencapai US$27 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sayangnya, potensi tersebut baru terealisasi 20%. Padahal, jika jika dimanfaatkan dengan baik bisa memenuhi 50% kebutuhan protein hewani seluruh rakyat Indonesia dan bisa menyerap 45 juta lapangan kerja baru. “Maka Indonesia perlu mewujudkan cita-citanya menjadi negara yang mandiri protein,” kata Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Bidang Perekonomian Bambang Priambodo dalam Kick – Off Event & Executive Keynote yang diselenggarakan oleh Berikan Protein Initiative bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor melalui platform zoom, Selasa (2/11).

Bambang menambahkan, jika Indonesia menjadi negara mandiri protein, maka bukan tidak mungkin ekonomi Indonesia semakin maju. Apalagi, kata Bambang faktor utama untuk menjadi negara maju adalah kualitas sumber daya manusia.

Bambang pun memaparkan untuk mengantisipasi bonus demografi di tahun 2045, maka pengembangan kesehatan dan pendidikan menjadi hal krusial untuk meningkatkan kualitas manusia. “Indonesia perlu memperkuat integrasi hulu hilir yang menjadi hal mutlak dalam meningkatkan perekonomian Indonesia,” ujar Bambang.

Pernyataan Bambang bukan tanpa sebab. Berdasarkan hasil data protein meter yang disebarkan secara masif, hanya 4,5% penduduk Indonesia yang mengkonsumsi ikan. Bau amis dan duri ikan menjadi alasan malas untuk mengkonsumsi ikan.

Screen Shot 2021-11-02 at 09.12.13

Kemenkes Dukung Peningkatan Gizi Masyarakat Berbasis Kewirausahaan

Jakarta, 3 November 2021. Dalam kegiatan Kick – Off Event & Executive Keynote Berikanpreneur 2021 yang diadakan tanggal 2 November 2021 secara online, yang mengangkat tema “Berikan Wirausaha Muda Berkualitas”, Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Ir. Doddy Izwardy, MA. menyebutkan, “Ketahanan pangan dan kecukupan gizi masyarakat berbasis protein ikan berkualitas dari Hidrolisat Protein Ikan menjadi unsur yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas nasional, perbaikan kualitas hidup masyarakat dan pemulihan kesehatan pasca pandemi.” Dan kemenkes saat ini tengah mengembangkan produk Ready to Use Therapeutic Food (RUTF) berbahan dasar protein ikan bekerja sama dengan Berikan Protein Initiative sebagai solusi untuk penyelesaian masalah stunting di Indonesia.
kemenkop11

KemenKopUKM: Kompetisi Bisnis Berikanpreneur 2021 Menciptakan Wirausahawan Muda

JAKARTA, jurnal-idn.com – Untuk meningkatkan inovasi anak muda berkualitas, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) berkontribusi pada Kick-Off Event & Executive Keynote yang diselenggarakan Berikan Protein Initiative dan Institut Pertanian Bogor melalui platform zoom.
Dengan tema “Berikan Wirausaha Muda Berkualitas” dikemas secara menarik dalam bentuk diskusi panelis bersama 8 kementerian, yaitu Kementrian/BRIN, KemenKopUKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi serta Kantor Staf Presiden.
1635939785s

KemenkopUKM Dukung Berikanpreneur 2021 untuk Tingkatkan 1000 Wirausaha Baru

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Koperasi dan UKM tengah mendorong program inkubasi calon wirausahawan di lingkungan perguruan tinggi. Langkah ini dilakukan guna mempersiapkan calon wirausahawan guna mendorong tingkat wirausaha di Indonesia.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM, Siti Azizah memaparkan, bahwa kedepannya, program Inkubasi ini diharapkan mampu menghasilkan banyak wirausahawan pemula. Saat ini, baru ada 11 universitas dan perguruan tinggi yang telah bergabung dalam program inkubasi wirausahawan ini.

Screen Shot 2021-11-02 at 09.47.38

Berikanpreneur 2021: Genjot Wirausaha, Kemenkop UKM Andalkan Program Inkubasi di Perguruan Tinggi

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Koperasi dan UKM tengah mendorong program inkubasi calon wirausahawan di lingkungan perguruan tinggi. Langkah ini dilakukan guna mempersiapkan calon wirausahawan guna mendorong tingkat wirausaha di Indonesia.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM, Siti Azizah memaparkan, bahwa kedepannya, program Inkubasi ini diharapkan mampu menghasilkan banyak wirausahawan pemula. Saat ini, baru ada 11 universitas dan perguruan tinggi yang telah bergabung dalam program inkubasi wirausahawan ini.

webinar kick off

Berikanpreneur 2021: Peluang Kewirausahaan Sektor Perikanan Masih Terbuka Luas

JAKARTA, KOMPAS — Founder Berikan Protein Initiative, Yogie Arry, mengemukakan, Indonesia masih menghadapi masalah malnutrisi yang berdampak pada penurunan produktivitas manusia. Sejumlah satu dari tiga anak Indonesia mengidap tengkes, serta 10,2 persen anak balita tergolong kurus dan sangat kurus. Sementara itu, sejumlah satu dari tiga orang dewasa memiliki status obesitas atau kegemukan.

Kerugian yang ditimbulkan akibat malnutrisi di Indonesia ditaksir mencapai 5 miliar dollar AS per tahun atau 2-3 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Malnutrisi tidak hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit. Pada tahun 2020, indeks pembangunan manusia tercatat hanya di peringkat ke-107 dari 189 negara.

”(Malnutrisi) ini sangat menyedihkan karena kita kehilangan produktivitas dari anak-anak atau orang muda yang seharusnya bisa mengangkat PDB. Kondisi ini menghambat pembangunan manusia Indonesia dan menimbulkan kemiskinan terstruktur,” ujar Yogie dalam Kick-Off Event & Executive Keynotes ”Berikan Wirausaha Muda Indonesia”, Selasa (2/11/2021).

lucky_hakim

Lucky Hakim Ingin Warga Indramayu Dapat Keuntungan Gizi dan Ekonomi dari Hasil Laut

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM — Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim meresmikan Gerakan ‘Berikan Protein’ bersamaan dengan Peringatan ke-61 Hari Nelayan tingkat Kabupaten Indramayu di Aula HPI Plant Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Selasa 6 April 2021.

Lucky Hakim menjelaskan, salah satu parameter kesejahteraan masyarakat adalah peningkatan status gizi masyarakat. Untuk itulah harus dilakukan berbagai upaya penanggulangan melalui berbagai sektor, salah satunya adalah pemanfaatan olahan hasil laut.